a) MISI

Franklin Furnace Archive, Inc., mempunyai misi untuk membantu menjadikan dunia ini tempat yang positif untuk perkembangan kesenian avant-garde.

b) SEJARAH TERBENTUKNYA FRANKLIN FURNACE

Franklin Furnace terbentuk pada tahun 1976 untuk menolong seniman-seniman yang memilih publikasi sebagai cara pokok dan ‘demokratis’ untuk mengekspresikan keseniannya (dan juga karena ini, mereka biasanya jarang menerima bantuan dari organisasi-organisasi kesenian yang ada). Sejak dari mula, tenaga Franklin Furnace difokuskan ke tiga jenis program berdasarkan tema “periode”, yaitu: 1) Koleksi buku-buku oleh seniman 2) Program seni pertunjukan untuk seniman baru 3) Pameran bertema “periode” tertentu yang ada dua jenis a) pameran kesenian seniman tersebut atau b) pameran buku-buku kesenian yang hanya sempat tersebar disesuatu periode tertentu, sama-ada kontemporer ataupun dari period sebelumnya.

Dalam 20 tahun terakhir ini, Franklin Furnace telah membina reputasi tingkat nasional (Amerika Serikat) dan internasional dalam menemukan seniman-seniman berbakat dan berkualitas yang telah memberi dampak terhadap arena diskusi kesenian kontemporer. Organisasi kami telah mengadakan pameran yang bersifat akademis yang menggambarkan sejarah aktivitas kesenian avant-garde di abad 20. Kami juga membela hak seniman-seniman untuk bebas berekspresi, seperti yang dijanjikan oleh Amendemen Pertama (First Amendment) di Amerika Serikat.

Antara seniman yang telah dibantu oleh Franklin Furnace untuk mengadakan acara pentas atau pameran di New York adalah Ida Applebroog, Guillaume Bijl, Dara Birnbaum, Willie Cole, James Coleman, Jenny Holzer, Barbara Kruger, Matt Mullican, dan Krysztof Wodiczko. Sementara itu, antara beberapa seniman yang memulai karirnya dengan bantuan Franklin Furnace adalah Eric Bogosian, David Cale, Karen Finley, Guillermo Gómez-Peña, Robbie McCauley, Theodora Skipitares, Michael Smith, dan Paul Zaloom. Dan juga, program kesenian panggung di Franklin Furnace telah ikut memberikan bantuan supaya seniman ternama seperti Vito Acconci, Laurie Anderson, Carl Andre, Jennifer Bartlett, Lee Breuer, Richard Foreman, William Pope.L, dan William Wegman bisa bereksperimentasi dimana mereka tidak mungkin bisa melakukan hal itu di venue-venue populer yang biasanya menarik penonton lebih ramai.. Antara seniman Indonesia yang telah menerima bantuan dari Franklin Furnace termasuk Terry Dame. Program pameran di Franklin Furnace banyak mengadakan pertunjukan kesenian yang hanya sempat tersebar disesuatu periode tertentu, namun telah berdampak kepada sejarah periode berkenaan. Contohnya, cetakan dan buku-buku Cubist tentang Fluxus, atau kesenian Samizdat dari Rusia, yang sekian lama telah diakui sehingga sangat berdampak ke dunia pengetahuan akademis di bidang kesenian. Pada tahun 2006, Franklin Furnace memulai kemitraan dengan ARTstor, sebuah proyek oleh Andrew W. Mellon Foundation, yang bertujuan membolehkan akses internet untuk siswa-siswi dan ahli-ahli dari dunia akademik dari manapun supaya dapat menggunakan arsip-arsip mereka.

c) ANUGERAH BANTUAN KEUANGAN UNTUK PARA SENIMAN

Setiap tahun Franklin Furnace menganugerahkan hadiah sumbangan dalam dua kategori: 1) The Franklin Furnace Fund memberi hadiah dalam bentuk dana untuk seniman panggung yang masih belum dikenal, supaya mereka bisa mengerjakan proyek besar di New York, manakala 2) The Future of the Present menghadiahkan dana untuk pembinaan karya “live” yang menggunakan internet sebagai sejenis “venue” atau medium untuk kesenian. Jumlah untuk keduanya masing-masing adalah antara US$2000 - $5000. Seniman dari seluruh dunia disarankan untuk memohon (permohonan diterima hanya dalam Bahasa Inggeris). Franklin Furnace tidak menggunakan kurator – setiap tahun panel yang beranggota seniman akan dibentuk untuk menilai permohonan-permohonan yang masuk. Sistim panel antar-seniman seperti ini membolehkan seniman dari manapun untuk bisa menunjukkan kebolehannya secara adil. Cara memohon:

http://franklinfurnace.org/artists/index.php

Semua permohonan secara otomatis akan dinilai untuk kedua kategori. Setiap tahun, anggota panel penilaian akan berubah, begitu pula dengan arti kriteria “seniman baru”, “kesenian panggung”, dan “kesenian ‘live’ di internet”. Maka dengan itu, jika permohonan anda tidak diterima, silakan memohon lagi pada tahun berikutnya.

d.) TERIMA PENGUMUMAN LEWAT EMAIL SETIAP MINGGU

Goings On adalah surat kabar internet gratis dalam bahasa Inggris yang disponsor oleh Franklin Furnace kepada penggemar kesenian di seluruh dunia yang memilih untuk masuk ke mailing list kami. Dimulai dari tahun 2001, Goings On berisi informasi tentang aktivitas lokal, nasional, dan internasional yang diselenggarakan oleh seniman dan anggota Franklin Furnace. Anda bisa ikut masuk daftar ini dengan mengirim nama dan alamat email anda ke: mail@franklinfurnace.org. Jelaskan apakah anda seorang seniman, dan bagaimana anda telah dapat tahu tentang Franklin Furnace. Masukkan juga alamat rumah supaya sistem kami memiliki informasi lengkap tentang anda. Franklin Furnace akan menjaga informasi ini dan tidak akan memberikan informasi ini ke sesiapa pun di luar organisasi Franklin Furnace.

Terjemahan oleh Azti Nezia S. binti Azmi, Gamelan Dharma Swara